11 September menjadi hari paling bersejarah bagi RRI karena tepat pada hari Kamis ini RRI memperingati hari jadi yang ke-80 tahun. Hari istimewa ini diawali dengan upacara bendera tepat pada pukul 07.30 pagi yang dilaksanakan oleh seluruh pegawai dan staf di RRI Bogor. Adapun para petugas seperti pengibar bendera, pemimpin upacara, pembacaan UUD 1945, pembacaan Pancasila, dan lain-lain. Juga ibu Nordiana, S.Sos., M.I.Kom yang bertugas sebagai Pembina upacara. Upacara berlangsung khidmat dari awal sampai selesai.
Bukan hanya upacara, serangkaian acara lain turut terselenggara di Gedung RRI Bogor. Tepat pukul 10.00, bertempat di aula RRI Bogor dengan dihadiri para pegawai, staf, dan tamu undangan sekaligus pensiunan RRI Bogor menyaksikan penyalaan obor yang merupakan bentuk simbolis sakral perayaan HUT RRI ke-80.
Lilin dibawakan oleh perwakilan tamu undangan kehormatan dan digiring oleh petinggi-petinggi RRI Bogor. Dengan diiringi lagu Syukur karya Husein Mutahar, penyalaan obor terasa magis dan menggetarkan hati para hadirin sekalian. Tak lupa mars RRI pun ikut menggema di aula seiring penyalaan obor tersebut.
Berbagai hiburan turut memeriahkan acara peringatan HUT RRI ke-80 hari ini. Di antaranya pertunjukan pantomime yang menceritakan sejarah singkat RRI yang dikemas dengan unik dan menghibur, pagelaran wayang golek, teater dari tim pro 1, pro 2, dan pro 3 RRI Bogor, serta petunjukan musik akustik.
Bagi pendengar setia, RRI bukan sekadar radio, melainkan bagian dari perjalanan hidup bangsa. Di tengah gempuran teknologi informasi, RRI tetap teguh pada jati dirinya sebagai media pemersatu yang netral, independent, dan berpihak pada kepentingan publik.
Dengan semangat “Sekali di udara, tetap di udara”, RRI menegaskan kembali dedikasinya yakni mengudara tanpa henti demi Indonesia yang lebih maju.